Masih kuberjalan sendiri Di ruang hampa tanpa udara tanpa suara Berat beban semakin menghantui Pekatnya malam semakin membuatku sesak Masih dengan fikiran ini Menyelimuti bagaikan selimut bayi Membayangi hati dan merasuki mimpi Hilanglah sudah sepi sirna yang dibawa mati Aku tak pernah membayangkan sebelumnya Kau melepaskan genggaman tanganku dan menggandeng sosok yang lainnya Kau merelakan semua cerita canda tawa kita tertiup angin bagaikan debu di musim kemarau Kau memalingkan wajahmu seolah kita tak pernah saling kenal sebelumnya Kau ini kenapa sobat? Adakah yang mengganggu fikirmu sehingga kau begitu Mengapa kau tak bercerita denganku di tengah taman bunga yang luas seperti dulu Bagaimana aku dapat membawamu seperti yang dulu Haruskan aku memutar waktu hanya untuk melihatmu kembali bersamaku Aku rindu kamu,sahabat lamaku
Disini aku menumpahkan segala isi hatiku