Langsung ke konten utama

Heartbreak

       Aku terbangun ditengah malam yang dingin menusuk. Aku membuka pesan yang dikirimkan oleh temanku. Aku tidak berfikir macam-macam akan hal apa yang dibicarakan. Dan setelah pesan itu kubaca dengan seksama disertai bukti terkait. Tak ada yang kulakukan selain berdiam menekuk lutut dalam ranjang yang tipis dan datar. Perasaan sakit hati,marah,benci memuncak menjadi satu kesatuan. Tak setetes air matapun yang turun mungkin diakibatkan oleh kesakitan yang luar biasa aku rasakan saat ini.
       Aku hanya menginginkan suatu penjelasan yang nyata darimu. Penjelasan yang masuk logika mengenai pesan yang dikirimkan oleh temanku itu. Aku tak percaya bahwa kau melakukan itu semua. Dan akhirnya aku menguatkan diri dan menekan rasa maluku untuk bertanya padamu. 
      "Iya. Gue jadian sama dia." Kata seseorang diseberang telp sana. 
      Sepenggal kata yang meyakinkan bahwa pesan yang disampaikan oleh temanku adalah benar adanya. Astaga,aku tak percaya akan semua hal ini duhai mantan kekasihku. Secepat itu kah kau melupakanku sayang? Apakah ini hanya sebuah mimpi? Aku mulai mencubiti tubuhku. Dan rasanya sakit. Ini benar-benar kenyataan. Selanjutnya kata-kata yang keluar dari seseorang diseberang telp itu sudah tidak aku hiraukan. Tiba-tiba bulir tiap bulir air terjun bebas dari mataku. Rasanya sungguh menyakitkan. Tak bisa kutahan semua ini. Semua serasa tumpah. Sesungguhnya aku tak ingin kau mendengarkan isak tangisku ini. Aku tak ingin kau melihat betapa rapuhnya aku. Namun apa dayaku?
       Memang salahku yang memutuskanmu karena keegoisanku yang tak mau membuatmu sakit hati karena perubahan pola fikirku mengenai fungsi pacaran. Namun aku tak habis fikir denganmu. Secepat itu kah kau melupakanku dan menjalin kasih dengan temanku sendiri? Bagaimana mungkin? Bahkan kau menjalin kasih sehari setelah kau putus denganku. Apakah kau sudah gila? Mungkin kau selama ini telah bersiap melepaskanku dan memilih bersamanya.
       Setelah tersadar dari tangisku,kau berkata bahwa kau masih menyayangiku,kau merindukanku. Aku hanya tertawa getir mendengarnya. 
      "Gue bakal mutusin dia. Gue bakal sama lo. Tapi terserah lo juga sih mau nerima gw lagi apa enggak."
      Kau terlalu merendahkan perasaan seorang wanita. Kau kira mudah bagi seorang wanita untuk menyembuhkan luka dihatinya? Hati wanita terlalu lembut. Sulit bagi kami memaafkan hal yang menyakitkan. Kau kira yang kau sakiti hanya diriku saja? Kau menyakiti dua wanita sekaligus mantan kekasihku. Kau menyakiti aku dengan cara menjalin kasih secepat kuda dan kau menyakiti dia dengan cara hanya menjadikan dia sebagai pelampiasan saja.
       Aku tak akan pernah percaya pada setiap kata sayang yang kau keluarkan. Aku tak akan pernah bisa melupakan kejadian ini. Kejadian yang melukai hati terdalam. Namun aku akan tetap memenuhi janjiku untuk bertemu denganmu terakhir kalinya dan berbicara padamu untuk yang terakhir kalinya juga. 
      Sekuat tenaga kututup sambungan telepon. Aku hanya takut kau mendengar tangisku yang semakin pecah. Hal yang kulakukan setelahnya hanya berbaring dan mengirim pesan pada temaku. Ternyata sebagian dari mereka sudah tahu akan hal itu dan menguatkanku. Ah rasanya aku mau mati saja.......
       Beberapa waktu kemudian kau menelponku. Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku tak tahu apakah aku kuat mendengar setiap kata yang kau ucap. Lalu aku hanya membiarkan dering telepon itu menggema di kamarku. Aku tak berani menganggkatnya. Setelah lima kali kau menelponku dan hanya diangkat oleh customer service,akhirnya aku memutuskan untuk mengangkat telp darimu. Dan kemudian kau menerangkan lagi itu semua. Aku tak mau bicara banyak. Aku sudah tersakiti dan bagiku itu sudah cukup. Aku tak mau mendengar pembelaan diri yang kau luncurkan. 
       Bagiku kisah kita telah usai. Usai dengan sangat menyakitkan. Walau aku tak bisa melupakanmu,melupakan kisah kita,namun aku harus tetap membuka lembaran baru dan melangkah dalamnya. Melangkah tanpa dirimu........

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekelilingku

Kuberdiri di sudut menatap sekelilingku Kutatap satu demi satu Nampak semua orang terlihat sendu Terlihat raut muka mereka sedang memendam sesuatu Kuperhatikan lebih dekat lagi Ada rasa sakit yang teramat dalam pada matanya Seakan tak punya harapan hidup lagi Sungguh menyayat hati bagi yang melihatnya Aku ingin berteriak bertanya Meminta penjelasan yang sedang terjadi Namun aku tak dapat melakukannya Aku hanya duduk terdiam disini Ada apa dengan sekelilingku? Mengapa semuanya begitu? Aku tak tahu apa yang terjadi Aku hanya terdiam disini

TERIMAKASIH

Terimaksih Untuk semua kenangan Yang telah kau berikan Senyummu dan tawamu Akan menjadi kenangan terindah di hidupku Terimaksih Untuk senyummu nan mempesona mampu menghipnotis hati ini dan telah masuk ke dalam cinyaku Terimaksih untuk tawamu nan renyah yang mampu menidurkanku dalam fantasi cintamu Kini, Maafkan aku yang terlalu naif Yang ingin melepaskanmu pergi Karena ku tahu Kutak mampu menjagamu lagi

Entah

Entah mengapa perasaan itu telah menetap Kutak tahu kapan perasaan itu muncul Ku tak tahu bagaimana perasaan itu timbul Tapi kuyakin,perasaan itu ada sejak kita saling kenal Entahlah,kutak tahu apa artinya Yang kutahu,aku sangat bahagia Bahagia yang kurasa bukan sekedar itu Tapi perasaan nyaman dan tenang tiap kali melihatmu Apakah ini artinya cinta? Ohh..entahlah.. Kutak mengerti semua ini Mungkin akan terjawab suatu hari nanti

Menghilang

Semua yang ada seperti menghilang Hanya tertinggal sebuah kesunyian Hanya dia yang yang menemani diriku yang termenung Aku merasa sunyi kelam dan hening Dimanakah yang lain? Dimanakah orang-orang yang selalu bersamaku? Dimanakah hiruk pikuk canda tawa? Dimanakah hiruk pikuk teriakan? Aku hanya mampu terduduk dan meratapi itu semua Semua yang ada padaku seakan tak membekas Sudah ada yang tidak peduli padaku Semua berpaling dan meninggalkan aku Kemanakah semangat yang selalu kau berikan padaku? Mengapa kau tidak peduli padaku? Mengapa semua tak ada yang membantu aku? Mengapa semua menghilang?

Bersamamu

Bersamamu adalah kesempatan yang terhebat bagiku Kau mengajariku banyak hal yang sebelumnya tak terpikirkan olehku Kau yang mengajariku untuk selalu berusaha mencapai keberhasilan Kau yang mengajariku untuk selalu mencoba setiap kesempatan Bersamamu adalah kebanggaanku Karena kau yang selalu menjagaku Kau yang siap sedia mendengarkan keluh kesahku Dan juga tempat bersandar dalam setiap kesedihanku Bersamamu adalah kesenanganku Kau selalu menghiburku dari setiap masalah Kau tak pernah membiarkanku menangis Kau selalu membuatku tertawa Bersamamu aku merasa dicinta Bersamamu aku merasa yang terhebat Bersamamu aku akan terus bersamamu Karena bersamamu aku mencintaimu