Kau dan aku bagaikan kedua insan yang tak saling kenal
Seperti sebelumnya tak pernah sapa senyuman
Kau dan aku bagikan kedua insan yang tak saling dekat
Seperti sebelumnya tak pernah singgung kehidupan
Kau dan aku pernah bagaikan insan yang tak terpisahkan
Walaupun akhirnya saling melupakan
Kau dan aku pernah bagaikan insan yang mencoba saling
mengerti
Walaupun akhirnya saling menjauhkan diri
Senyumanmu tak lagi tersenyum padaku
Candamu tak lagi menghiasi hidupku
Kata-katamu tak lagi untukku
Dekapanmu tak lagi milikku
Gelak tawamu tak akan menemani gelak tawaku
Air mataku tak akan dihapus olehmu
Aku hanya mampu berdiam dan menyesali kisah kita
Bagaikan cinta semalam yang berlalu begitu saja
Aku yang terlalu menuntutmu menjadi seperti apa yang aku
inginkan
Hingga akhirnya kau menyerah untuk berusaha mengertiku
Aku yang tak pernah bisa memahamimu
Hingga akhirnya aku menyerah untuk tetap bertahan denganmu
Begitulah alasan terbentangnya jarak antara kau dan aku
Andaikan sang waktu dapat kuputar kembali
Hal yang aku inginkan adalah tetap tertawa bersamamu
Tanpa pernah berfikir untuk melupakanmu
Berusaha untuk bertahan denganmu meskipun kau tak
memperlakukanku demikian
Kini hanya tinggal sesal kenangan yang meliputi
Sang waktu bantulah aku untuk membasuh luka ini
Meskipun aku sudah berusaha melupakan tentangmu inci tiap inci
Namun aku tetap saja masih tak sanggup melupakanmu dan
berdiri sendiri
Komentar
Posting Komentar