Untuk : seseorang yang dulu pernah ku
cinta
Ini adalah surat kedua untuk dia yang
dulu pernah kucinta
Tak perlu kau baca sebenarnya
Ini adalah kisah tersedihku setelah
ditinggal oleh dia
Taukah kamu sehari setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Aku masih berharap kamu akan datang ke
rumahku
Meminta maaf padaku dan kemudian kisah
kita berjalan seperti biasa
Namun nyatanya hal itu tak terjadi
Taukah kamu dua hari setelah kamu mengatakan bahwa lebih baik kita
berteman
Aku masih menunggumu namun tetap aku tak
melihatmu berdiri di depan rumahku
Kemudian aku melakukan hal gila
sepanjang hidupku
Aku mengejarmu, mengemis cinta padamu,
menuliskan pesan singkat setiap waktu padamu
Yang kemudian hanya kau baca tanpa kau
balas sedikitpun
Aku juga selalu menaruh sesuatu di depan
rumahmu berharap kau menerimanya meskipun nyatanya kau sentuh saja tidak
Dan itu terjadi hingga seminggu setelah
kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Taukah kamu dua minggu setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Aku berusaha meyakinkan diriku bahwa aku
mampu melupakanmu
Aku masih harus melanjutkan sisa hidupku
meski itu tanpamu
Sebenarnya sangat sulit bagiku untuk
melakukan itu
Bagaimana tidak, setiap jalan yang harus
kulalui mengingatkanku padamu
Setiap ruang rumahku masih berbau parfum
yang biasa kamu gunakan
Setiap hal yang kulakukan masih
terbayang akan wajahmu
Dan itu terjadi hingga satu bulan
setelah kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Taukah kamu dua bulan setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Aku menjadi tidak percaya dengan apa
yang dinamakan cinta
Apa itu pacaran, komitmen, semua menjadi
hal yang sangat kubenci
Aku menjadi sangat benci mengharapkan
sesuatu pada manusia lainnya
Karena itu selalu membuatku terbayang
bagaimana aku mengharapkan hadirmu
Dan itu terjadi hingga tiga bulan
setelah kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Taukah kamu empat bulan setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Aku memutuskan untuk pindah kota karena
kota yang aku tempati ini setiap sudutnya selalu menceritakan tentang aku kamu
dan kita
Aku tau ini konyol meninggalkan sebuah
kota hanya karena untuk melupakan kenangan akan seseorang
Namun inilah yang terjadi
Aku masih belum siap kehilanganmu dan
masih belum mampu melupakanmu secepat ini
Taukah kamu enam bulan setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Akhirnya aku memutuskan untuk berusaha
mendekatkan diri pada lawan jenis lagi
Namun bukan berarti dengan mudahnya
mereka dapat mencuri hatiku
Hatiku masih tertutup, aku masih takut
untuk membukakan hatiku
Aku takut salah membukakan hatiku dan
kemudian jatuh patah dan hancur hati ini
Dan itu terjadi hingga setahun setelah
kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Taukah kamu setahun setelah kamu
mengatakan bahwa lebih baik kita berteman
Aku mendapatkan seseorang yang mampu
memahami masa laluku tentangmu dengan baik
Aku mulai sedikit demi sedikit
membukakan hatiku
Meskipun aku masih takut namun bukankah
aku harus terus mencoba memperbaiki hatiku yang hancur
Kemudian aku mulai menaruh harap padanya
dan mulai menghilangkan harapanku tentangmu
Sekarangkah saatnya aku melupakanmu?
Aku tau kenangan tentangmu akan terus
berlanjut
Namun sekali lagi, aku harus meyakinkan
diriku bahwa aku mampu melanjutkan hidup tanpamu
Dan akan kutemukan pengganti dirimu yang
tentunya tidak akan meninggalkanmu seperti yang kamu lakukan padaku
Ini akhir dari ceritaku dan dirimu
Terimakasih sudah menorehkan cerita
dalam hidupku
Dari : seseorang yang berusaha
merelakanmu
Komentar
Posting Komentar