Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Surat untuk Dia (2)

Untuk : seseorang yang dulu pernah ku cinta Ini adalah surat kedua untuk dia yang dulu pernah kucinta Tak perlu kau baca sebenarnya Ini adalah kisah tersedihku setelah ditinggal oleh dia Taukah kamu sehari setelah kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman Aku masih berharap kamu akan datang ke rumahku Meminta maaf padaku dan kemudian kisah kita berjalan seperti biasa Namun nyatanya hal itu tak terjadi Taukah kamu dua hari setelah  kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman Aku masih menunggumu namun tetap aku tak melihatmu berdiri di depan rumahku Kemudian aku melakukan hal gila sepanjang hidupku Aku mengejarmu, mengemis cinta padamu, menuliskan pesan singkat setiap waktu padamu Yang kemudian hanya kau baca tanpa kau balas sedikitpun Aku juga selalu menaruh sesuatu di depan rumahmu berharap kau menerimanya meskipun nyatanya kau sentuh saja tidak Dan itu terjadi hingga seminggu setelah kamu mengatakan bahwa lebih baik kita berteman Tau...

Surat untuk Dia (1)

Untuk : seseorang yang dulu pernah ku cinta Apakabar denganmu kini? Lama sudah kitaa tak bersua Tak ada kabar, tak ada temu Setelah kau memutuskan untuk menyudahi hubungan kita Apakah kini kau bahagia dengan pilihanmu? Apakah dia mampu mencintaimu seperti aku? Apakah dia mampu menjagamu seperti yang aku lakukan? Apakah dia mampu memberikan yang terbaik seperti aku? Apakah dia mampu menemani dirimu dikala sedih sama seperti aku? Apakah dia tak mengeluh dengan sikapmu seperti aku yang selalu sabar menghadapimu? Kamu tak perlu khawatir Aku tak menginginkan apapun darimu Aku hanya ingin berbagi kabar denganmu Mengetahui kabarmu saja sudah membuatku senang Jujur, aku sedang merindu Tapi rinduku tak perlu kau khawatirkan Aku hanya butuh waktu dan kesadaran untuk memperbaiki kondisi hati ini Setelah itu aku harap aku dalam mengubur tentangmu seperti yang sudah kau lakukan kini Masih terbayang dalam ingatanku Bagaimana perjuanganmu menunjuka...

Genggaman

Kita semakin melepaskan genggaman Kemudian saling menghempaskan badan Jarak semakin jauh Diri semakin asing Bukan salah satu atau dua orang yang menjadi pemicu Kita yang sama sama merasa tidak ada yang menggenggam Kemudian sama sama menghempaskan badan Dan kita baru tersadar bahwa kita sedang tertidur sendiri Lalu kita mulai mencari dimana yang lain Mengapa kita hanya sendiri dan kenapa Kita saling menyalahkan yang lain Seakan kita lupa bahwa kita juga melepaskan genggaman mereka Siapa yang harus disalahkan? Mereka yang memisahkan genggaman lalu menggenggam yang lain? Atau mereka yang tertidur dan mengumpul menjadi satu lalu berteriak mencari yang lain, namun tak mau digenggam? Atau yang tertidur sendirian dan mulai menikmati mimpinya?